Rabu, 23 Desember 2009

Krim Tabir Surya

Krim tabir surya disebut pula preparat untuk proteksi sinar matahari atau kosmetika pelindung (protecting). Kosmetika pelindung disini berfungsi melindungi kulit dari kerusakan akibat adanya komponen sinar ultraviolet dari sinar matahari yang mencapai bumi (Wasitaatmadja, 1997).Kulit merupakan lapisan pelindung tubuh yang sempurna terhadap pengaruh luar, baik pengaruh fisik maupun pengaruh kimia. Kulit merupakan sawar fisiologik yang penting karena ia mampu menahan penembusan gas, cair maupun padat baik yang berasal dari lingkungan luar tubuh maupun komponen organisme (Syukri, 2002). Ada 2 macam komponen sinar ultraviolet yang mencapai bumi, yaitu UVA ( 320 – 400 nm ) dan UVB ( 290 – 320 nm ). UVB merupakan komponen yang mempunyai daya rusak tinggi pada kulit, sedangkan UVA lebih condong dapat merusak kulit dengan bantuan dari berbagai macam foto sensitizer kimia baik alami maupun sintetis yang terdapat pada kulit. Kosmetika pelindung kulit terdiri dari dua macam, yaitu proteksi terhadap polusi ( pollutant protecting ) dan proteksi terhadap ultraviolet ( ultraviolet protecting ) ( Wasitaatmadja, 1997).
Krim tabir surya merupakan kosmetika pelindung dari sinar ultraviolet. Yang dapat menyaring atau bahkan dapat menahan seluruh sinar matahari untuk mengurangi efek buruk dari sinar matahari. Ada 2 macam tabir surya :
a.Tabir surya kimia
Misalnya PABA, PABA ester, benzofenon, salisilat dan antranilat, yang dapat
mengabsorpsi energy radiasi. Tabir surya kimia mengabsorpsi hampir 95% radiasi
sinar UVB yang dapat menyebabkan sunburn (eritema dan kerut).
b.Tabir surya fisik
Misalnya titanium dioksida, Mg silikat, seng oksida, red petrolatum dan kaolin,
yang dapat memantulkan sinar. Tabir surya fisik dapat menahan UVA maupun UVB
(Wasitaatmadja, 1997).
Kemampuan menahan sinar ultraviolet dari tabir surya dinilai dalam faktor proteksi sinar ( sun protecting factor / SPF ) yaitu perbandingan antara dosis minimal yang diperlukan untuk menimbulkan eritema pada kulit yang diolesi oleh tabir surya dengan yang tidak. Nilai SPF ini berkisar antara 0 sampai 100, dan kemampuan tabir surya yang dianggap baik berada di atas 15. Pathak membagi tingkat kemampuan tabir surya sebagai berikut :
a.Minimal, bila SPF antara 2 – 4, contoh salisilat, antranilat.
b.Sedang, bila SPF antara 4 – 6, contoh sinamat, benzofenon.
c.Ekstra, bila SPF antara 6 – 8, contoh derivate PABA.
d.Maksimal, bila SPF antara 8 – 15 contoh PABA.
e.Ultra, bila SPF lebih dari 15, contoh kombinasi PABA, non-PABA, dan fisik (Wasitaatmadja, 1997).

Sumber :
Wasitaatmadja, S.M., 1997, Penuntun Ilmu Kosmetik Medik, Universitas Indonesia
Press, Jakarta, 17. 26 – 30. 117 – 120.
Syukri, Y., 2002, Biofarmasetika, Universitas Islam Indonesia Press , Yogyakarta,
85.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar