Selasa, 19 Januari 2010

Trimetoprim

Trimetoprim adalah suatu penghambat dihidrofolat reduktase bakteri poten yang menunjukkan spectrum antibakteri mirip dengan sulfa. Namun demikian, trimetoprim lebih sering dikombinasikan dengan sulfametoksazol.

Mekanisme Kerja. Bentuk folat aktif adalah derivate tetrahidro yang dibentuk melalui reduksi oleh dihidrofolat reduktase. Reaksi enzimatik ini dihambat oleh trimetoprim, yang menimbulkan turunnya koenzim folat purin, pirimidin dan sintesis asam amino. Afimitas enzim reduktase bakteri terhadap trimetoprm lebih kuat dibandingkan dengan enzim mamalia, yang dapat diperhitungkan sebagai toksisitas selektif obat.
Spektrum antibakteri. Spektrum antibakteri trimetoprim mirip sulfametoksazol; namun demikian, trimetoprim 20 – 50 kali lebih poten dari sulfinamida. Trimetoprim dapat digunakan secara tunggal untuk pengobatan infeksi traktus urinarius akut dan prostatitis bakterial.

Resistensi. Resistensi pada bakteri gram negative disebabkan adanya perubahan dihidrofolat reduktase yang afinitasnya terhadap obat lebih kecil.

Farmakokinetik. Cirri farmakokinetik trimetoprim serupa dengan sulfametoksazol, tetapi konsentrasi yang lebih besar dapat dicapai pada prostat yang bersifat asam
dan cairan vagina karena obat ini merupakan basa lemah. Trimetoprim mengalami demetilasi-O.

Efek samping. Trimetoprim dapat menyebabkan defisiensi folat, yaitu berupa anemia megaloblastik, leucopenia, dan granulositopenia. Reaksi ini dapat segara diperbaiki dengan pemberian asam folinat secara stimulant yang tidak dapat masuk ke dalam bakteri.
Sumber : Mycek_Farmakologi Ulasan Bergambar Edisi 2 (296-297)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar