Sabtu, 13 September 2008

ASAM MEFENAMAT

Diskripsi

Asam mefenamat merupakan obat golongan AINS yang bersifat asam lemah, memilki berat molekul 241, 29 , dengan rumus molekul C15H15NO2

Nama lain asam mefenamat : asam N-2,3-xililantranilat, mengandung tidak kurang 98, 0 % dan tidak lebih dari 102, 0 % C15H15NO2 , dihitung terhadap zat yang telah dikeringkan.


Indikasi

Nyeri ringan sampai sedang


Aksi

Asam mefenamat merupakan golongan obat antiinflamasi, tempat aksi utama dari antiinflamasi adalah enzim siklooksigenase ( Cox ), yang mengkatalis perubahan asam arakhidonat menjadi prostaglandin dan ednoperoksida.

Prostagladin memodulasi komponen dari inflamasi. Prostagladin juga terlibat dalam mengontrol suhu, transmitter nyeri, agregasi platetlet dan efek yang lainnya. Prostagladin ini tidak dismpan di dalam sel, tetapi disintesis dan dibebaskan sesuai dengan kebutuhan sel tubuh.

Ketika mengkonsumsi asam mefenamat kerja dari enzim siklooksigenase akan dihambat, sehingga perubahan asam arakhidonat untu menjadi prostaglandin akan terhambat sehingga nyeri yang terjadi akan berkurang.


Dosis

Oral :

Dewasa : 500mg sebagai permulaan, bersama makanan, diikuti dengan 250 mg setiap 6 jam sekali sesuai dengan keperluan, selama tidak lebih dari 1 minggu


Kontra indikasi :

- Ulserasi saluran pencernaan

- Inflmasi saluran pencernaan kronik

- Hipersensitif terhadap asam mefenamat


Perhatian :

- Diare : dapat terjadi ; hentikan segera pemakaian obat

- Penyakit ginjal atau hati : pakailah dengan hati – hati

- Inflamasi saluran pencernaan : pakailah dengan hati – hati

- Ruam kulit : dapat terjadi ; hentikan segera pemakaian obat

- Terapi bersamaan dengan antikoagulan : waktu protrombin dapat diperpanjang ; perlu sering dimonitor

- Asma : dapat kambuh secara akut


Efek samping

- Saluran syaraf pusat : mengantuk, pusing cemas, sakit kepala, gangguan penglihatan, insomnia

- Kardiovaskular : palpitasi ( jarang ), dyspnea ( jarang )

- Dermatologi : ruam kulit, urtikaria, edema fasial

- Hematologi : anemia hemolitik autoiman yang berat (pada pemakaian jangka panjang ), leucopenia, eosinofilia, trobositopenia purpura, agranulositosis, pasitopenia, hipoplasia sumsum tulang

- Ginjal : disuria, hematuria akibat toksisitas ringan

- Saluran pencernaan : mual, muntah, kembung, diare, inflamasi atau pendarahan usus, toksisitas hati ringan

- Mata : iritasi, kehilangan penglihatan warna yang reversible ( jarang )

- Lain – lain : nyeri telinga, diaphoresis, meningkatkan kebutuhan insulin pada penderita diabetic ( satu kasus )


Over Dosis

- Tanda dan gejala : mengantuk, pusing , mual, muntah, diare, ruam kulit, diskrasias darah

- Pengobatan : kosongkan lambung dengan merangsang muntah atau dengan bilas lambung diikuti dengan activated charcoal. Beri pengobatan simptomatis dan berikan tindakan suportif, sesuai dengan indikasinya


Interaksi Obat

- Antikoagulansia oral : meningkatkan risiko pendarahan

- Insulin : menurunkan efek hipoglikemik

- Aspirin dan salisilat lainnya, kortikosteroid, indometasin, fenilbutazon, oksifenbutazon : meningkatkan ulserasi saluran pencernaan

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar